OSPEK YANG TIDAK BERFAEDAH ITU CUMAN BULLSH*T dan BAGAIMANA CARANYA OSPEK YANG IDEAL, MENARIK, SERTA BERMANFAAT
Gak cuman masalah ikat pinggang saja, tapi masih banyak kibul-kibulan dari mahasiswa senior yang biasanya disampaikan pada saat ospek berlangsung. Berikut akan saya paparkan apa-apa saja bullsh*t yang biasanya mereka sampaikan kepada para maba yang masih unyu-unyu:
1. “Kalian itu manja banget ya, ospek ini tuh belum
seberapa kalo dibandingkan dengan ospek pas jaman-jaman kami, kami itu dulu pas
ospek lebih parah, tau gak?”
Ya terus gimana dong wahai kakak senior? Jadi kita harus menggunakan
pintu ajaibnya doraemon untuk pergi ke jamannya kalian biar bisa ngerasain
ospek gitu? Ya jelas gak mungkin dong, atau kita harus merasakan kembali
masa-masa romusha dulu biar bisa dikatakan mental kita itu sudah sekuat baja,
sehingga kalian gak akan lagi bilang kalau maba itu pada lembek-lembek
mentalnya? Ya sudah jelas ini juga impossible. Lagian kalo menurut saya manja
itu tidak ada hubungannya dengan ospek (ya tapi memang benar sih, sifat manja
itu memang harus dihilangkan agar individu tersebut bisa tahan banting), “OSPEK
itu sendiri kepanjangannya Orientasi Pengenalan dan Studi Kampus, bukan
Orientasi Ketahanan Fisik dan Stamina” – Eno Bening. Kewajiban mahasiswa senior
yang menjadi panitia saat ospek adalah untuk memperkenalkan apa saja lingkungan
dan fasilitas kampus kepada para maba, bukan mengajarkan bagaimana caranya
latihan militer.
2. “Kalian ini sekarang sudah menjadi mahasiswa,
mana sifat disiplin kalian? Buang jauh-jauh itu mental anak SMA kalian!”
Justru kalau menurut saya pada masa-masa SMA itu lebih bisa dikatakan “disiplin”
daripada saat sudah memasuki dunia kampus, kalau kita masuk sekolah telat apa
yang terjadi? Pertama kita harus ke kantor kepala sekolah dulu, terus biasanya
diberikan teguran/hukuman, baru setelah itu boleh masuk (bahkan ada yang lebih
parah dimana murid yang telat harus menunggu diluar kelas sampai kelas mata
pelajaran tersebut selesai). Sedangkan pada saat kuliah, kita kalau telat
biasanya dosen masih memberikan kesempatan bagi mahasiswanyna untuk mengikuti
kelas. Meskipun ada juga dosen yang memperbolehkan mahasiswa yang telat untuk
masuk tetapi dosen tersebut tetap menganggap si mahasiswa itu “Alpha”, tapi
setidaknya kita masih bisa mendapatkan ilmu dari dosen tersebut.
3. “Kalau kalian para maba tau, kami ini sebenarnya
capek, kami sebenarnya juga gak mau ngelakuin ini. Ini semua mau kami lakukan
demi kalian!”
Simple jawabannya, kalau para mahasiswa senior dari awal emang udah bakal
ngerasain capek, yo rasah dilakoni, wes mending mundur wae dari kepanitiaan.
Lagian banyak juga kok maba yang gak mau diospek khususnya oleh para mahasiswa
senior yang niatnya ingin “balas dendam” dan menunjukkan “senioritas”-nya.
4. “Kalau kalian para maba tidak mengikuti UKM atau
Organisasi Kampus, kalian kedepannya akan kesulitan mencari pekerjaan.”
Sebenarnya sudah tidak banyak UKM atau Organisasi di suatu kampus yang
mengatakan hal ini, tetapi masih saja ada sedikit pengurus UKM atau Organisasi
yang mengatakan hal seperti itu, karena apa? Supaya UKM atau Organisasi mereka
itu bisa ramai dan diminati oleh banyak orang, kalau banyak peminatnya maka
bantuan anggaran dana dari kampus bisa cepat turun. Masalah mengenai pekerjaan
sendiri sebenarnya tergantung pada setiap pribadi orang itu sendiri, kalau dia
gigih untuk mencari pekerjaan, maka dia kelak pasti akan mendapatkan pekerjaan
yang layak sesuai dengan apa yang sudah dia perjuangkan. Sedangkan kalau dia
malas-malasan untuk mencari pekerjaan maka hasilnya ya sebaliknya. (Walaupun
memang tidak bisa dipungkiri kalau di Indonesia masih banyak terjadi praktek
KKN atau bantuan dari “orang dalam”, ups 😈)
5. “Kami marah-marah bukan berarti ini tuh “seniortias”,
bukan kayak gitu. Ini semua kami lakukan agar mental kalian terbentuk, biar
kalian tuh kedepannya bisa tahan banting.”
Ya memang benar kalau membentuk mental para maba dari awal itu penting
biar kedepannya si maba tersebut bisa beradaptasi dengan situasi yang
dihadapinya dan bisa mencari solusi atas situasi yang sedang dihadapinya
tersebut. Tetapi, kalau memang ingin membentuk mental dari para maba, ya
diusahakan agar tidak pernah menggunakan “senioritas” yang dimiliki, baik
secara langsung maupun tidak langsung. Maksudnya gimana secara langsung dan
tidak langsung? Contohnya begini, untuk secara langsung “Saya ini mahasiswa
senior di kampus ini, kamu itu cuman maba, hormati saya! Ikuti peraturannya!”
Sedangkan untuk yang tidak langsung contohnya bisa seperti ada mahasiswa senior
yang marah-marah gak jelas cuman karena hal sepele.
Nah terus lantas apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa senior yang
menjadi panitia ospek agar ospeknya dapat berjalan dengan ideal? Berikut saya
sampaikan cara agar kedepannya panitia ospek dapat menciptakan kegiatan ospek
yang ideal, menarik dan sekaligus mendidik:
1.
Mendefinisikan Kembali Tujuan Organisasi
OSPEK merupakan fase transisi, mengenal, dan beradaptasi dari seorang
siswa menjadi mahasiswa. Oleh karena itu diharapkan agar para mahasiswa senior
yang menjadi panita ospek dapat membantu para maba untuk mempersiapkan dirinya agar
siap menghadapi kultur kampus yang sangat berbeda dengan waktu dia masih duduk
di bangku sekolah.
2.
Membentuk Mindset Panitia Teladan
Pelaksanaan kegiatan ospek yang ideal adalah tanpa menjadi ajang balas
dendam bagi senior ke juniornya, tetapi faktanya diluar sana pelaksanaan
kegiatan ospek malah menjadi ajang untuk balas dendam dari senior yang
sebelumnya sudah pernah mengalami masa-masa kelam ospek kepada juniornya. Jadi
hal pertama yang harus dilakukan adalah membentuk mental kepanitiaan dengan
menanamkan kembali tujuan utama dari kegiatan ospek. Panitia ospek harus bisa
sadar dan tahu bahwa tujuan dari kegiatan ospek adalah untuk membantu
memperkenalkan lingkungan kampus kepada para maba. Kemudian langkah selanjutnya
melakukan seleksi siapa saja yang boleh terlibat, seperti misalnya kepanitiaan
ospek terdiri atas aktivis kampus, anggota UKM / Organisasi, rektorat, sampai
petugas keamanan.
3.
Materi Bermanfaat
Materi yang wajib diberikan oleh panitia ospek untuk para maba wajib
berfokus pada akademik dan non-akademik. Salah satunya pengenalan kampus,
pengenalan organisasi, dosen, UKM, prestasi kampus, perencanaan studi,
fasilitas kampus, sanksi akademis yang berlaku di kampus, serta mencakup
softskill latihan kepemimpinan, kerja sama, dll yang berkaitan tentang
kehidupan kampus.
4.
Batasi Ketegasan
Ketegasan dari panitia ospek itu memang penting. Para maba memang harus
sedikit digalakkan agar mau mengikuti peraturan. Namun, bentuk ketegasan dari
panitia ospek tidak boleh melebihi batas wajar, seperti mendorong secara kasar,
membawa konteks “senioritas”, apalagi sampai melakukan sesuatu apapun yang bisa
membahayakan nyawa dan keselamatan si maba.
5.
Perlu Pengawasan
Bukan hanya mahasiswa senior saja yang menjadi panitia ospek, tetapi
pihak rektorat dan para dosen kampus juga perlu menjadi pengawas berlangsungnya
kegiatan ospek. Kampus juga harus tahu karakter dan perkembangan ospek terhadap
mahasiswa baru. Selain itu yang paling penting, menegur apabila ada panitia
ospek yang melebihi batas serta ikut terlibat di dalam penyuluhan kampus.
6.
Follow Up
Setelah
masa ospek sudah selesai, penting bagi para panitia ospek untuk memfollow up
kegiatan ospek tersebut. Hal ini akan bermanfaat sebagai koreksi untuk kegiatan
ospek pada tahun ajaran baru yang akan datang dan berefek pula pada mindset
positif mahasiswa baru terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswa.
Demikian celotehan yang bisa saya sampaikan mengenai kasus
OSPEK yang sempat viral pada bulan September 2020 lalu. Semoga di masa yang
sudah serba online ini, kegiatan ospek dari masing-masing pihak kampus manapun
di Indonesia dapat membuang jauh-jauh yang namanya “senioritas”. Terimakasih
karena sudah sempat membaca celotehan ini di blog saya dan jangan lupa
berkomentar kalau misalkan kamu punya saran atau sesuatu yang ingin
disampaikan. Have a nice day!😆
Tidak lupa saya juga ingin mengucapkan terimakasih banyak
kepada berbagai sumber diantaranya:🙏
https://youtu.be/K_Xws3sESAU -
Marah2 Online Panitia Ospek FIP UNESA 2020. Bikin Netizen Ngakak oleh
Nadine Firaisha di Youtube pada 15 September 2020
https://youtu.be/VjIo796nJRM - 5
Kebohongan Senior Pada Maba Di Kampus - #BukanSekolah oleh Eno Bening di
Youtube pada 25 September 2018
https://www.tigaserangkai.com/id/?p=1448 -
Menciptakan Kegiatan Orientasi (MOS/OSPEK) yang Ideal dan Terpelajar
oleh tsadmin di situs TIGASERANGKAI pada 9 Mei 2016




Komentar
Posting Komentar